Sistem Borongan vs Harian untuk Bangun Rumah di Jogja ~ Membangun rumah di Jogja bukan hanya persoalan desain dan pemilihan material. Salah satu keputusan terpenting yang akan sangat memengaruhi biaya, durasi, dan kualitas bangunan adalah memilih sistem kerja bangun rumah: apakah menggunakan borongan atau harian. Banyak orang yang masih ragu memilih mana yang paling efisien, paling aman, dan paling sesuai dengan kebutuhan proyek mereka.
Jogja sebagai wilayah dengan pertumbuhan properti yang pesat—baik untuk rumah tinggal, kos, kontrakan, maupun vila—memiliki dinamika dalam dunia konstruksi yang cukup unik. Baik tenaga kerja, harga material, hingga gaya arsitektur, semuanya turut memengaruhi bagaimana sistem kerja terbaik dipilih.
Untuk membantu Anda lebih memahami perbedaannya, artikel ini akan membahas secara lengkap kelebihan, kekurangan, cara kerja, risiko, serta panduan memilih antara borongan dan harian dalam proyek bangun rumah di Jogja.
Apa Itu Sistem Borongan dan Harian?
Sistem Borongan
Sistem borongan adalah sistem kerja di mana kontraktor atau tukang menyediakan tenaga kerja, metode kerja, dan peralatan tertentu dengan harga yang sudah disepakati sejak awal. Harga dalam sistem ini biasanya dihitung per meter persegi atau berdasarkan lingkup pekerjaan tertentu, misalnya borongan struktur, borongan finishing, atau borongan full bangunan.
Jenis Borongan
- Borongan Tenaga Kerja (BTK)
Kontraktor hanya menyediakan tenaga kerja, sementara material disiapkan oleh pemilik rumah. - Borongan Full / Borongan All-in
Semua kebutuhan—mulai dari tenaga, material, alat, hingga logistik—disediakan oleh kontraktor dengan total harga yang sudah ditentukan. - Borongan Parsial
Contohnya hanya borongan pekerjaan plester aci, pemasangan keramik, pengecatan, atau struktur.
Sistem Harian
Sistem harian adalah sistem kerja di mana tukang dan pekerja dibayar per hari, berdasarkan upah harian yang telah disepakati. Di Jogja, rata-rata upah harian tukang berkisar antara Rp120.000–Rp180.000 per hari, tergantung keahlian.
Sistem ini memberikan fleksibilitas tinggi kepada pemilik rumah karena ia dapat memantau, mengontrol kualitas, dan bahkan melakukan perubahan di tengah proyek.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Borongan
Kelebihan Sistem Borongan
1. Biaya Lebih Mudah Diprediksi
Salah satu keuntungan terbesar borongan adalah anggaran yang lebih jelas. Anda dapat mengetahui estimasi biaya total sejak awal, sehingga lebih mudah menyesuaikan dengan budget.
2. Waktu Pengerjaan Lebih Cepat
Kontraktor biasanya memiliki target waktu yang jelas. Karena pembayaran dihitung dari lingkup pekerjaan, bukan durasi, kontraktor cenderung lebih efektif dalam mengatur waktu.
3. Minim Pengawasan
Anda tidak perlu mengawasi tukang setiap hari. Kontraktor bertanggung jawab penuh terhadap manajemen tenaga kerja dan mutu pekerjaan.
4. Pekerjaan Lebih Terstruktur
Kontraktor biasanya bekerja dengan SOP dan manajemen proyek yang rapi. Hal ini memastikan kualitas pekerjaan yang lebih stabil.
Kekurangan Sistem Borongan
1. Harga Bisa Terlihat Lebih Tinggi di Awal
Karena kontraktor menanggung risiko pekerjaan, harga borongan kadang terlihat lebih besar dibanding sistem harian.
2. Risiko Kontraktor Menekan Kualitas
Jika kontraktor ingin mengejar margin, ada risiko kualitas diturunkan, terutama material finishing atau ketebalan pekerjaan tertentu.
3. Perubahan Desain Bisa Memicu Biaya Tambahan
Dalam sistem borongan, perubahan lingkup pekerjaan berarti perubahan biaya, yang bisa menambah anggaran Anda.
4. Tergantung Reputasi Kontraktor
Tidak semua kontraktor bekerja profesional. Jika salah memilih, Anda bisa mengalami hasil yang kurang baik atau bahkan proyek mangkrak.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Harian
Kelebihan Sistem Harian
1. Fleksibel Mengubah Desain
Jika Anda belum punya desain final, sistem harian memudahkan Anda bekerja sambil berjalan, melakukan modifikasi sesuai kebutuhan.
2. Kontrol Kualitas Lebih Ketat
Anda bisa memantau setiap detail pekerjaan dan memastikan tukang bekerja sesuai keinginan.
3. Cocok untuk Pekerjaan Skala Kecil
Renovasi ringan, perbaikan kecil, atau pekerjaan minor lebih efisien menggunakan sistem harian.
4. Biaya Harian Terlihat Lebih Murah
Satu hari mungkin terlihat murah. Namun pada kenyataannya, total biaya bisa lebih mahal jika proyek berjalan lama.
Kekurangan Sistem Harian
1. Durasi Pengerjaan Cenderung Lebih Lama
Karena dibayar per hari, beberapa tukang bisa bekerja lebih lambat atau kurang efisien.
2. Perlu Pengawasan Intensif
Anda harus mengecek kualitas pekerjaan, kehadiran tukang, dan progres setiap hari.
3. Biaya Bisa Membengkak
Jika tidak dikendalikan dengan baik, durasi proyek bisa melebihi rencana, membuat biaya harian menjadi tinggi.
4. Rentan Salah Pilih Tukang
Tidak semua tukang punya keahlian seragam. Jika memilih secara acak, hasil pekerjaan bisa bervariasi.
Perbandingan Lengkap Borongan vs Harian (Tabel)
| Aspek | Borongan | Harian |
|---|---|---|
| Biaya | Lebih jelas & terprediksi | Bisa lebih murah atau lebih mahal |
| Durasi | Cenderung lebih cepat | Cenderung lebih lama |
| Pengawasan | Minim pengawasan | Pengawasan intens diperlukan |
| Kualitas | Stabil jika kontraktor profesional | Bisa lebih rapi jika tukang ahli |
| Risiko | Risiko mark-down kualitas | Risiko pembengkakan waktu |
| Fleksibilitas | Rendah | Sangat fleksibel |
| Cocok untuk | Bangun rumah skala besar | Renovasi kecil, pekerjaan minor |
Sistem Mana yang Lebih Tepat untuk Bangun Rumah di Jogja?
Tidak ada jawaban tunggal untuk hal ini. Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor:
1. Besarnya Proyek
- Bangun rumah full → sistem borongan lebih efisien
- Renovasi kecil → sistem harian lebih praktis
2. Ketersediaan Waktu Anda
- Waktu terbatas → pakai borongan
- Bisa mengawasi setiap hari → sistem harian bisa optimal
3. Keberadaan Gambar Kerja
- Punya gambar lengkap → borongan sangat cocok
- Belum punya gambar → harian memberi ruang improvisasi
4. Budget
- Ingin biaya pasti → borongan
- Ingin fleksibilitas biaya → harian
5. Risiko yang Bersedia Anda Tanggung
- Tidak mau repot → borongan
- Mau terlibat langsung → harian
Gambaran Biaya Bangun Rumah: Borongan vs Harian (Jogja 2025)
1. Sistem Borongan
Harga borongan bangun rumah di Jogja (estimasi terbaru):
- Struktur: Rp2.500.000 – Rp3.000.000 per m²
- Full Bangun: Rp3.500.000 – Rp5.000.000 per m²
2. Sistem Harian
Rata-rata upah harian:
- Tukang ahli: Rp150.000 – Rp180.000
- Pekerja: Rp120.000 – Rp140.000
Estimasi total biaya akan bergantung pada durasi pekerjaan.
Jika proyek berlangsung lebih lama dari rencana, biaya harian bisa jauh lebih besar.
Risiko Umum Jika Salah Memilih Sistem
1. Proyek Molor
Salah sistem = waktu tidak sesuai rencana.
2. Kualitas Tidak Sesuai Ekspektasi
Terutama jika memilih tukang tanpa referensi.
3. Biaya Membengkak
Umum terjadi pada sistem harian jika tidak diawasi ketat.
4. Pekerjaan Tidak Tuntas
Salah memilih kontraktor borongan bisa berakhir mangkrak.
Rekomendasi dari Ahli Konstruksi Jogja
Berdasarkan pengalaman kontraktor profesional seperti Astakula, pola ideal adalah:
Bangun rumah full
→ lebih aman dengan borongan full + gambar kerja lengkap.
Kontrol kualitas stabil, waktu lebih cepat, dan biaya jelas.
Renovasi sedang–kecil
→ sistem harian bisa efisien jika diawasi dengan baik.
Pekerjaan finishing
→ borongan finishing lebih rapi karena biasanya berbasis output.
Mengapa Banyak Warga Jogja Beralih ke Sistem Borongan?
Dalam 3 tahun terakhir, tren bangun rumah di Jogja menunjukkan:
- Permintaan jasa kontraktor meningkat
- Pemilik rumah ingin proses yang lebih rapi
- Konsumen menghindari risiko pembengkakan biaya
- Banyak yang tidak memiliki waktu untuk mengawasi setiap hari
Karena itu, sistem borongan menjadi pilihan dominan untuk pembangunan skala besar.
Mana yang Lebih Baik?
| Kebutuhan Anda | Rekomendasi |
|---|---|
| Bangun rumah baru | Borongan Full |
| Renovasi kecil | Sistem Harian |
| Ingin kontrol penuh | Harian |
| Ingin biaya pasti | Borongan |
| Tidak punya waktu mengawasi | Borongan |
| Tidak punya gambar kerja | Harian lebih fleksibel |
Pilihan terbaik kembali pada kondisi Anda. Namun, untuk bangun rumah di Jogja, borongan full dengan kontraktor profesional adalah pilihan paling aman, efisien, dan minim risiko.
Jika Anda masih ragu menentukan apakah bangun rumah lebih cocok menggunakan sistem borongan atau harian, Anda bisa berdiskusi langsung dengan tim ahli dari Astakula.
Kami siap membantu menghitung anggaran, menyiapkan gambar kerja, dan memberikan rekomendasi sistem terbaik sesuai kebutuhan Anda.

